Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMar 13, '09 8:54 AM
for everyone

Oleh:
1. Dian Fachrunissa Murtiarum (VII-B/10)
2. Dionisia Ratri Bunga P (VII-A/09)
3. Pradityana Dewi Larasati (VII-C/30)
4. Yunia Kurniawati (VII-A/30)
5. Rina Maharani (VII-A/23)


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Penelitian
Banyak remaja sekarang yang belum cukup umur tetapi sudah berani merokok. Misalnya, anak SD dan SMP sudah banyak yang merokok bahkan di tempat umum sekalipun. Tidak usah jauh-jauh, di Yogyakarta saja sudah banyak anak seumuran SD dan SMP yang berani merokok, padahal mereka masih menggunakan seragam sekolah, bukannya itu hanya akan merusak diri sendiri dan mempermalukan nama sekolah. Rokok jelas-jelas juga akan mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Diantara para remaja (khususnya pria) menganggap bahwa dengan merokok mereka dianggap “gaul”, gagah dan pemberani atau dengan kata lain lebih percaya diri (PD). Padahal hal itu tidaklah mutlak benar, efek dari merokok antara lain: akan dianggap menganggu orang lain, mengurangi uang saku, dan mungkin akan terjerumus ke hal-hal negatif (misalnya: narkoba, pencurian, dll.).
Berdasarkan pemikiran di atas, penelitian ini ingin mengetahui pengaruh merokok terhadap pergaulan menurut persepsi remaja (siswa kelas 7) SMP Negeri Depok I Sleman Yogyakarta. 

B. Identifikasi Masalah
Banyak remaja SMP yang sudah merokok tanpa menghiraukan usia, kesehatan, lingkungan dan orang lain. Merokok dianggap mampu meningkatkan pergaulan (dianggap lebih gaul) di kalangan remaja.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan masalah pada penelitian ini, antara lain:
1. Mengapa remaja sekarang sudah berani merokok?
2. Apa manfaatnya bagi mereka (remaja perokok)?
3. Berapa persen remaja kelas 7 di SMP Negeri I Depok yang merokok?
4. Berapa persen remaja kelas 7 di SMP Negeri I Depok yang merasa tidak bisa (kurang bisa) bergaul?
5. Apakah ada pengaruh merokok terhadap pergaulan remaja kelas 7 SMP Negeri I Depok?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini antara lain:
1. Ingin mengetahui penyebab mengapa remaja berani merokok.
2. Ingin mengetahui persepsi remaja terhadap manfaat merokok. 
3. Ingin mengetahui jumlah remaja yang merokok pada siswa kelas 7 di SMP Negeri I Depok,
4. Ingin mengetahui jumlah remaja yang merasa tidak bisa (kurang bisa) bergaul.
5. Ingin mengetahui apakah ada pengaruh merokok terhadap pergaulan remaja pada siswa kelas 7 SMP Negeri I Depok.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A. Kajian Teori
Remaja merokok pertama-tama karena coba-coba atau mengikuti teman-teman gaulnya. Budaya suka coba-coba ini sebenarnya baik dan tipikal remaja. Tetapi karena lingkungan yang tidak beres biasanya budaya mencoba ini menjurus ke “nyobain” yang kadarnya lebih, seperti alkohol atau narkoba. Rokok dan budaya “ikut-ikutan” menjadi semacam uji nyali untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Sayangnya jenjang itu kebanyakan adalah “alkohol” dan “narkoba”. Berikut ini rumus pergaulan jaman sekarang (Yahoo! Answer):
Pertama-tama : Remaja yang tidak merokok dituduh kagak gaul.
Kedua : Yang sudah merokok tapi tidak “minum” dituduh kurang gaul.
Ketiga : Yang sudah merokok dan minum, tapi belum makai narkoba dituduh kurang nyali.
Keempat : Saat MATI, teman gaulnya tidak ada yang peduli.
Itukah yang disebut sebagai teman?

Hari gini tidak merokok?
Jangan dulu ngecap diri kamu tidak gaul karena kamu tidak merokok. Rokok dikalangan remaja selalu dijadikan sebagai alat ukur pergaulan. Banyak ABG mulai merokok bahkan sejak mereka duduk di bangku SD, dan saat ini banyak sekali pelajar dan anak muda berkeliaran dengan menghisap sebatang rokok. Terlihatnya keren, tapi tahukah kamu kalau di satu batang rokok terdapat ratusan racun? (pusatremaja.com)
Terdapat 599 zat tambahan yang digunakan untuk bahan produksi rokok dan daftar zat tambahan ini adalah rahasia yang telah lama disimpan oleh para produsen rokok. Zat-zat tambahan ini boleh digunakan untuk makanan, tapi TIDAK UNTUK DIBAKAR. Dengan membakarnya, maka komposisi yang terkandung di dalamnya dapat berubah dan menjadi racun kimia atau zat penyebab kanker. Karbon monoksida, nitrogen, hidrosianiada dan ammonia terdapat di sebatang rokok, begitu juga dengan 43 jenis zat penyebab kanker dapat terhirup perokok pasif tentu saja aktif.
Jadi, perokok sudah pasti meracuni dirinya sendiri dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Jika suatu saat kamu kangen dengan rokok kamu, coba lihat dulu daftar racun kimia dan zat penyebab kanker yang ada dalam satu batang rokok di bawah ini:
Rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ada seribu satu alasan kenapa kamu tidak merokok, dan menjadi sehat adalah salah satunya.
Asap rokok mengandung lebih kurang 4000 macam bahan kimia. Di antara 4000 macam bahan kimia ini sangat banyak yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan. Zat-zat kimia beracun tersebut adalah sebagai berikut.
• Nikotin, berupa partikel yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah koroner dan jantung menjadi berdebar-debar.
• Tar, fenol, hydrazin, benzopyrene, dan toluene. Merupakan partikel-partikel yang dapat menyebabkan penyakit kanker atau bersifat karsinogetik.
• Gas CO, merupakan gas yang dapat mengganggu pengakutan oksigen ke jaringan tubuh dalam sistem peredaran darah.
• Partikel naftalene, merupakan partikel yang bersifat racun.
• Gas NO2, gas formaldehide, gas amonia, gas metana dan gas HCN merupakan gas yang bersifat racun. (Buku Paket Biologi Kelas VII)

Bagaimanakah jika bahan-bahan kimia tersebut berkumpul di dalam tubuh? Apa yang akan terjadi? Merokok menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Perokok lebih mudah terserang infeksi paru-paru seperti pneumonia dan tuberculosis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perokok cenderung lebih mudah terkena berbagai macam kanker, terutama kanker paru. Perokok juga jauh lebih mudah terkena penyakit jantung, stroke, dan banyak penyakit lain. Merokok dapat menyebabkan kanker bibir, lidah, dan mulut. Selain itu, merokok juga mengakibatkan penuaan dini pada kulit. Dari segi penampilan, kulit perokok akan terlihat kusam, bau badan dan bau mulutnya tidak sedap, serta warna giginya menjadi hitam kecoklatan.
Pada wanita, akibat yang merugikan karena merokok lebih banyak dibanding pria. Selain berbagai penyakit yang telah disebutkan, merokok pada wanita dapat mengganggu kesuburan. Pada wanita hamil, merokok dapat menimbulkan keguguran dan sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Merokok selama kehamilan juga menyebabkan berat bayi yang dilahirkan rendah. Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
Merokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok, tetapi juga membahayakan orang-orang yang berada di sekitar perokok yang juga ikut menghisap asap rokok (perokok pasif). Bagi perokok pasif, akibat yang diterima akan sama dengan perokok itu sendiri.
Mengingat bahaya rokok bagi kesehatan yang tidak hanya berdampak pada si perokok, sebaiknya jangan pernah mencoba untuk merokok dan hindari tempat-tempat yang penuh dengan asap rokok. 

B. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atas hasil penelitian, hipotesis pada penelitian ini adalah: “tidak ada pengaruh rokok terhadap pergaulan remaja pada siswa kelas 7 SMP Negeri I Depok Sleman”.

 
BAB III
METODE PENELITIAN


A. Rancangan dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan rancangan penelitian non eksperimental yang berbentuk analisis deskriptif.

B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat, sebagai berikut:
• Variabel bebas : Intensitas merokok (merokok/tidak merokok).
• Variabel kontrol : Usia dan jenis kelamin
• Variabel terikat : Pergaulan remaja.

C. Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Depok, Sleman, Yogyakarta yang beralamat di Jl. Sonokeling, Condongcatur, Depok. Pelaksanaan penelitian ini mulai bulan April sampai dengan bulan Mei 2009.

D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian 
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 SMPN 1 Depok, Yogyakarta, yang berjumlah kuranglebih 120 siswa putra yang terbagi menjadi 6 kelas.

2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Sampel pada penelitian ini diambil sejumlah 50 orang siswa putra dengan teknik proportional random sampling dengan cara undian. 

E. Teknik Pengumpulan Data
Data pada penelitian ini diambil dengan alat ukur (instrumen) berupa angket (kuesioner) dan wawancara.

F. Teknik Analisis Data
Data pada penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil wawancara, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data angket. Analisis kuantitatif meliputi analisis diskriptif dan analisis tabulasi silang (crosstabulation).





Add a Comment